Teman Cerita Elista


Banyak yang berpikir, seseorang keluar dari pekerjaan karena masalah gaji. 

Padahal seringkali.... bukan uangnya yang kurang, tapi jiwanya yang lelah. 

๐Ÿ“Œ Lelah berjuang di tempat yang tidak lagi memberi ruang untuk tumbuh. 

๐Ÿ“Œ Lelah bekerja di lingkungan yang lebih sering menghakimi daripada menghargai. 

๐Ÿ“Œ Lelah mempertahankan ketenangan pikiran di tengah suara-suara yang terus menjatuhkan. 

Sebagai seorang self-leader, kita perlu sadar: 

Ketenangan pikiran adalah aset produktivitas paling mahal. 

Tidak ada jabatan, bonus, atau penghargaan yang bisa menggantikannya. 

"People don't leave bad jobs, they leave bad leaders." — Simon Sinek

Kalimat ini terasa banget ya? 

Karena manusia bekerja bukan hanya untuk hidup, tapi untuk bermakna. 

Dan ketika tempat kerja membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri, resign bukan pelarian, tapi penyelamatan. 

Sebelum kamu menilai orang yang memilih pergi, coba tanya: 

"Apakah aku sudah cukup menghargai mereka ketika masih di sini?"

Kita semua sedang sama-sama mencari rezeki. 

Mari saling menghargai, bukan saling menjatuhkan. 

Karena barangkali, semangat kecil yang kamu rawat hari ini adalah alasan seseorang bertahan sedikit lebih lama besok. 

Kalau kamu seorang leader, HR, atau rekan kerja, lihat sekelilingmu hari ini. 

Siapa tahu ada seseorang yang sedang berjuang diam-diam untuk tetap tenang. 

๐Ÿ“Œ Berilah ruang, bukan tekanan. 

๐Ÿ“Œ Berilah empati, bukan asumsi. 

"Be kind. Everyone you meet is fighting a battle you know nothing about." — Robin Williams

 

Comments

Popular posts from this blog

A Deeper Way

Why Great Employees Leave “Great Cultures”

Beyond Boundaries: The Unseen Struggles of Love and Acceptance