When Leadership Becomes Conditional: Sebuah Refleksi Tentang Komitmen di Luar Jam Kerja
Di dunia hospitality—dan sebenarnya di semua bidang—ada satu hal yang membedakan antara sekadar jabatan dan true leadership: ownership. Recently, I reflected on a simple situation. Ada training yang sifatnya mandatory, dan sebagai leader, diminta untuk datang 1 jam lebih awal. A small adjustment, right? Tapi yang muncul justru pertanyaan tentang overtime. Dan di sini mulai terasa… Ketika seseorang menjadi supervisor atau manager, itu bukan hanya naik jabatan. Itu adalah commitment. Sebuah kesediaan untuk: hadir lebih dulu, memberi contoh, dan sometimes, doing a little bit extra without counting every single minute. Namun jadi menarik ketika: soal libur → cepat diambil, soal benefit atau uang → langsung gercep, tapi giliran 1 jam extra, once a month, untuk training tim… jadi panjang ceritanya. So let’s ask this honestly: Masihkah itu disebut leadership kalau semuanya jadi hitung-hitungan? A true leader doesn’t only show up when it’s convenient. Mereka paham...