Less Noise, More Soul



Dari dulu, aku tuh orangnya lebih suka kerja yang fokus dan tenang, bukan yang sibuk tebar pesona. Buatku, kerja itu soal tanggung jawab dan hati, bukan soal siapa yang paling kelihatan sibuk. Aku lebih nyaman ngerjain tugas sendiri atau sama orang-orang yang memang satu visi. Daripada rame-rame tapi ujungnya cuma ngobrolin hal yang nggak penting, mending aku fokus beresin kerjaan sambil nyemil enak. 😆

Dari kecil, Papa dan Mama udah kasih aku kasih sayang yang luar biasa, sampai berlimpah malah. Ada teman yang kaget waktu tahu aku punya guru privat sampai SMA—tapi ya buatku, itu hal biasa yang bikin aku bisa jadi versi terbaik diriku sendiri. Makanya, waktu udah masuk dunia kerja, aku nggak merasa perlu cari validasi dari orang lain. Kalau bos ngasih apresiasi? Syukur, tapi aku nggak menjadikan itu tujuan utama. Aku lebih menikmati proses dan hasil kerja yang nyata.

Aku sering dibilang "susah diajak kumpul," padahal bukan karena sombong. Aku cuma lebih nyaman dengan orang-orang yang beneran klik. Aku bukan tipe yang gampang terbuka ke semua orang. Dekat di kantor belum tentu ngerti aku 100%. Paling cuma 20% aja. Jadi ya, aku pilih menikmati hubungan yang tulus daripada sekadar ada di lingkaran ramai tapi kosong.

Aku juga bukan orang yang ambisius dalam arti harus selalu naik jabatan atau jadi pusat perhatian. Aku lebih suka kerja yang aku nikmati, yang bikin aku berkembang, dan yang bisa bermanfaat buat orang lain. Seiring waktu, aku makin sadar kalau yang penting bukan seberapa besar pencapaiannya, tapi seberapa tulus dan baik kita dalam menjalaninya.

Hidup ini nggak melulu soal seberapa sering kita terlihat sibuk, tapi lebih ke seberapa tulus kita menikmati setiap langkahnya. Aku mau terus bekerja dengan hati, tetap rendah hati, dan selalu bersyukur di setiap musim hidupku. Karena pada akhirnya, yang benar-benar berharga adalah proses, bukan sekadar pengakuan dari orang lain. 💛

Comments

Popular posts from this blog

A Deeper Way

Why Great Employees Leave “Great Cultures”

Beyond Boundaries: The Unseen Struggles of Love and Acceptance